Bahas Polarisasi dan Penguatan Karakter, Dua Promovendus PAI UNU Surakarta Raih Gelar Doktor

SURAKARTA – Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta kembali melahirkan pakar baru. Melalui sidang terbuka promosi doktor, dua promovendus memaparkan hasil penelitian mendalam mengenai dinamika pendidikan Islam di Indonesia sebagai instrumen penguatan moderasi dan karakter bangsa.

Sidang akademik ini dipimpin langsung oleh Rektor UNU Surakarta, Dr. H. A. Mufrod Teguh Mulyo, M.H., yang didampingi oleh jajaran dewan penguji.

Islam Nusantara sebagai Penengah Polarisasi

Promovendus pertama, Ujud Supriaji, mempertahankan disertasi bertajuk “Konsep Pendidikan Islam Nusantara KH Maimun Zubair dan Implikasinya terhadap Polarisasi Islam di Indonesia.”

Dalam paparannya, Ujud menyoroti tantangan Indonesia sebagai negara multikultural yang kerap dihadapkan pada risiko polarisasi agama, khususnya antara kelompok puritan dan Islam kultural. Menurutnya, pemikiran KH Maimun Zubair merupakan representasi pendidikan Islam yang inklusif.

“Pendidikan Islam harus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat moderasi. Konsep yang digagas Mbah Moen menawarkan jalan tengah yang moderat dan berbasis kearifan lokal untuk mereduksi ketegangan serta mempersatukan umat,” ujar Ujud di hadapan dewan penguji.

Internalisasi Karakter Melalui Talqin Dzikir

Di sisi lain, promovendus kedua, Partono, memfokuskan penelitiannya pada aspek pembentukan akhlak siswa. Disertasinya berjudul “Implementasi Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Aqidah Akhlak dan Talqin Dzikir Thoriqot Qodiriyah Naqsyabandiyah dalam Peningkatan Perilaku Beribadah Siswa di Madrasah Aliyah Miftahus Sudur Pati Tahun 2024/2025.”

Sidang Terbuka Promosi Doktor PAI UNU Surakarta Partono

Partono menegaskan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan agama tidak boleh hanya berhenti pada aspek kognitif atau nilai akademik semata. Penggunaan metode Talqin Dzikir dinilai efektif dalam membangun kedalaman spiritual siswa.

“Pendidikan Aqidah Akhlak adalah fondasi utamanya. Namun, melalui pendekatan spiritual seperti dzikir, kita dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kedalaman spiritual yang kuat,” jelas Partono.

Kontribusi bagi Pendidikan Nasional

Penyelenggaraan ujian terbuka ini menegaskan komitmen UNU Surakarta dalam mengembangkan diskursus pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kedua penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi praktisi pendidikan dalam menghadapi isu-isu sosial dan tantangan dekadensi moral di tingkat nasional.