Perkuat Pendidikan Karakter, Pascasarjana UNU Surakarta Cetak Dua Doktor PAI Baru

ujian Terbuka Pascasarjana UNU Surakarta

SOLO – Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta kembali memperkuat barisan akademisinya. Melalui sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula UNU Surakarta pada Rabu (18/2), dua promovendus Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Janarko dan Amir Mukminin, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasi mereka di hadapan dewan penguji.

Sidang khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNU Surakarta, Dr. H. Mufrod Teguh Mulyo, M.H., yang bertindak sebagai ketua sidang. Prosesi akademik ini mencakup pemaparan mendalam dari kedua promovendus, diikuti sesi tanya jawab kritis yang menguji relevansi temuan penelitian mereka terhadap dunia pendidikan kontemporer.

Integrasi Teori Klasik dalam Pembentukan Akhlak Siswa

Dalam paparannya, Janarko menyoroti problematika pembentukan akhlak siswa yang dinilai belum optimal meskipun kurikulum Aqidah Akhlak telah diterapkan di sekolah. Melalui penelitiannya di MAN 1 Sragen tahun ajaran 2024/2025, ia menemukan adanya celah integrasi antara teori Islam klasik dengan praktik pendidikan modern.

Janarko menggunakan perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dan Ibnu Mskawaih untuk membedah masalah tersebut. Menurutnya, kedua tokoh ini memandang akhlak sebagai satu kesatuan utuh antara iman, hati, dan perilaku.

“Berbeda dengan teori Barat yang lebih menitikberatkan pada perkembangan moral rasional, teori Islam klasik justru menggabungkan dimensi spiritual dan rasional secara utuh,” ujar Janarko dalam keterangannya.

Peran Keteladanan di Lingkungan Perguruan Tinggi

Di sisi lain, Amir Mukminin memfokuskan penelitiannya pada jenjang pendidikan tinggi, tepatnya di Ma’had Al Jami’ah IAIN Ponorogo. Disertasinya mengevaluasi pengaruh keteladanan, kematangan beragama, motivasi belajar, dan self-efficacy terhadap pendidikan karakter mahasiswa.

Ujian Terbuka Amir Mukmini Pascasarjana UNU Surakarta

Hasil temuan Amir menunjukkan bahwa mahasiswa Ma’had Al Jami’ah secara umum memiliki kematangan beragama yang baik dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun, ia mencatat satu poin evaluasi penting: kemampuan diferensiasi atau pemahaman mendalam terhadap ajaran agama masih memiliki skor yang relatif rendah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan karakter di lingkungan asrama sangat bergantung pada figur pemimpin. “Sikap keteladanan dari pimpinan maupun pengajar ma’had memegang peran krusial dalam membentuk fondasi karakter mahasiswa,” tegas Amir.

Momentum Penguatan Akademis

Keberhasilan kedua doktor baru ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum PAI di Indonesia. Rektor UNU Surakarta berharap hasil penelitian ini tidak hanya berhenti di perpustakaan, tetapi dapat diimplementasikan untuk menjawab tantangan moral di era digital.

Dengan bertambahnya dua doktor ini, UNU Surakarta semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu keislaman yang moderat dan relevan dengan kebutuhan zaman.