SOLO – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta kembali menggelar ujian terbuka promosi doktor ke 53 dan 54, pada Senin (27/7). Dua promovendus Pascasarjana Pendidikan Agama Islam mengangkat isu pendidikan Islam, multikulturalisme, serta pembentukan karakter dan etika pelajar dalam disertasinya. Promovendus pertama Udi Kholis mengangkat penelitian mengenai model pendidikan Islam multikultural berbasis ketokohan yang dikembangkan melalui pemikiran KH Ma’ruf Islamuddin, KH Minanul Aziz, dan KH Suram Mustofa. Penelitian tersebut melihat pendidikan Islam tidak sekadar sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan nilai yang membantu individu memahami realitas sosial. ”Dalam konteks globalisasi, masyarakat semakin terhubung dalam jaringan sosial yang kompleks dan tidak lagi dibatasi
ruang. Kondisi tersebut membuat pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kemampuan masyarakat untuk berinteraksi secara inklusif di tengah keberagaman,” ujarnya menjelaskan latar belakang penelitian. Model pendidikan Islam multikultural berbasis ketokohan tersebut menunjukkan nilai-nilai Islam yang berkembang dalam realitas masyarakat pesantren.
Pendekatan yang digunakan mencakup aspek dialogis, reflektif, impulsif, dan rasional. ”Model tersebut berhasil membentuk masyarakat yang moderat, inklusif, toleran, serta mampu mengimplementasikan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin,” tambahnya.
Berdasarkan paparan penelitiannya, Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh menyampaikan, promovendus dinyatakan lulus dengan IPK 3,70 dan predikat sangat memuaskan, serta berhak menyandang gelar doktor pendidikan multikultural. Sementara itu, promosi doktor ke-54 UNU Surakarta Halintar Shah Reza Effendi dari Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam. Ia mengangkat disertasi berjudul ”Aktualisasi Konsep Etika Pelajar dalam Kitab Ta’lim Muta’alim Karya Imam Al-Zarnuji dan Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV (Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Nurul Quran Simo Kabupaten Boyolali)”.

”Penelitian tersebut berangkat dari kondisi sosial masyarakat saat ini, khususnya persoalan degradasi moral dan maraknya perilaku nir-etika di kalangan pelajar,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan dalam kitab Ta’lim Muta’alim, terdapat sejumlah ajaran mengenai etika, seperti niat yang benar, memilih guru dan teman, menghormati ilmu serta guru, bersungguh-sungguh dan sabar, memanfaatkan waktu, tawakal, dan zuhud. (alf/nik) Sumber: Jawapos – Radar Solo)

Comments are closed