SOLO – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menggelar ujian terbuka promosi doktor dengan peserta Ummu Habibah.
Dalam sidang tersebut, dia mempresentasikan disertasi berjudul ‘Implementasi Penguatan Moderasi Beragama melalui Pembinaan Mahasiswa UIN Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2021-2025’. Ujian terbuka dipimpin langsung oleh Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh Mulyo selaku ketua sidang, dengan menghadirkan dewan penguji dari kalangan akademisi di ruang Aula UNU Surakarta, Selasa (28/4). Dalam forum ilmiah tersebut, Ummu Habibah dinyatakan mampu mempertahankan disertasinya dengan baik serta berhasil menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari dewan penguji. Ummu Habibah menjelaskan, penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena intoleransi dan diskriminasi berbasis agama di masyarakat. Dia mengutip studi Wahid Institute yang menyebut sekira 7,1 persen masyarakat Indonesia rentan terhadap paham radikal. Selain itu, terjadi peningkatan sikap intoleransi dari 46 persen menjadi 54 persen, atau setara sekira 600.000 orang. ”Fenomena ini dipicu salah satunya oleh pemahaman agama yang cenderung literal, kaku, dan eksklusif, sehingga mengabaikan konteks sosial serta nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama dapat
dilakukan secara terintegrasi melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di lingkungan kampus. Pada aspek intrakurikuler, materi moderasi beragama diberikan dalam perkuliahan sebanyak 2 SKS. (alf/nik) Sumber: Radar Solo

Comments are closed