SOLO – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta mencatatkan capaian akademik signifikan dengan menambah jumlah lulusan pada jenjang tertinggi. Melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi (Prodi) S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) yang digelar pada Sabtu (19/7), institusi ini resmi mengukuhkan dua doktor baru, sekaligus menggenapkan total lulusan program doktor menjadi 42 orang.
Kedua lulusan tersebut adalah Wahyudi, yang tercatat sebagai doktor ke-41, dan Ririn Eko Sari, sebagai doktor ke-42. Keduanya resmi menyandang gelar akademik tertinggi setelah berhasil mempertahankan disertasi mereka di hadapan dewan penguji yang dipimpin oleh Rektor UNU Surakarta, Dr. H.A. Mufrod Teguh Mulyo, M.H.
Inovasi Program Tahfiz dan Penguatan Moral Santri
Dalam sesi pemaparan, Wahyudi menyajikan riset mendalam mengenai implementasi metode pembelajaran Al-Qur’an dan program tahfiz. Penelitiannya dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni Pondok Pesantren Walisongo Sragen, Pondok Pesantren Al-Kahfi Surakarta, dan Pondok Pesantren Bilal bin Rabah Sukoharjo untuk tahun pelajaran 2023/2024.
Wahyudi menemukan bahwa meskipun ketiga pesantren tersebut memiliki latar belakang dan metode tahfiz yang berbeda, sinergi antara kesungguhan pengajar dan capaian hafalan santri menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.

Sementara itu, Ririn Eko Sari menyoroti aspek psikologi-pedagogis dalam disertasinya yang berjudul “Implementasi Pendidikan Karakter, Akhlak, dan Budi Pekerti terhadap Kecerdasan Moral Santri”. Mengambil studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Iman Wonogiri, Ririn membuktikan bahwa pendidikan karakter yang terintegrasi efektif meningkatkan kecerdasan moral santri.
“Kunci keberhasilan pembentukan karakter terletak pada nilai keikhlasan, rasa syukur, dan proses kaderisasi yang dilakukan secara berkelanjutan,” papar Ririn dalam sidang tersebut.
Capaian Akademik yang Impresif
Indeks Prestasi Akademik (IPA) yang diraih kedua promovendus menunjukkan kualitas akademik yang sangat baik. Wahyudi lulus dengan raihan IPA 3,83, sedangkan Ririn Eko Sari menyusul dengan IPA 3,80.
Rektor UNU Surakarta, Dr. H.A. Mufrod Teguh Mulyo, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi kedua doktor baru tersebut. Beliau menekankan bahwa gelar doktor bukan sekadar simbol status, melainkan tanggung jawab intelektual untuk kemaslahatan umat.
“Doktor adalah jenjang pendidikan tertinggi di Indonesia. Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui Program Pascasarjana UNU Surakarta ini tidak hanya bermanfaat secara pribadi, tetapi juga membawa keberkahan bagi masyarakat luas,” pungkas Rektor.



